Showing posts with label Fenomena masyarakat. Show all posts
Showing posts with label Fenomena masyarakat. Show all posts

Wednesday, 8 July 2015

Film India PK: Kontroversial di Kalangan Beragama




Halo pembaca semua....

Lama tak posting, tangan rasanya gatal. Cuma sedikit bingung mau nulis apa. Belum apa-apa sudah ketiduran lagi. Sedikit-sedikit capek lagi. Tahu sendiri kan sekarang lagi bulan ramadhan, waktunya umat Muslim beribadah sebanyak-banyaknya. Bulan dimana Allah swt. menutup pintu-pintu nerakaNya dan membuka selebar-lebarnya pintu surgaNya. Bulan dimana setan-setan dibelenggu. Namun bukan berarti setiap muslim langsung tergerak untuk beribadah karena setan terbelenggu. Karena godaan-godaan duniawi lain masih menunggu.

Oke... Wait.... kita bukan mau membahas bulan Ramadhan. Yang Ingin dibahas pada kesempatan ini adalah ulasan film PK (bahasa India Peekay atau pemabuk). Ngapain kok pemabuk dijadiin nama film ya? Bagi yang udah nonton mungkin paham. Film ini cukup kontroversial, sehingga banyak kalangan beragama di India tidak 'sreg' dengan sajiannya.

Mengapa kontroversial? Yah.... karena ada tiga agama besar di India yang diangkat disini yaitu Hindu, Kristen dan Muslim. Isu agama memang agak tabu diangkat di Asia, karena ini adalah isu yang paling sensitif. Sedikit aku jelaskan yah, jalan ceritanya.

Pada suatu hari di sebuah daerah padang pasir di India, ada sebuah UFO yang mendarat disana. Dari UFO itu keluar seorang alien (Amier Khan) yang ditugaskan untuk meneliti bumi. Baru saja tiba disana, segera setelah UFO itu sudah kembali terbang meninggalkan bumi, seseorang mencuri kalung atau menurut alien itu adalah remote untuk mengirimkan sinyal ke planetnya. Tanpa remote itu sang alien tidak dapat pulang ke planetnya.

Disinilah hal tersebut bermula. Alien itu mulai mencari cara dengan metode bertanya kepada manusia. Kasalahpahaman yang ada dalam kepalanya adalah jawaban-jawaban manusia yang setengah-setengah. Aneh memang, tapi apapun yang dikatakan manusia dia percaya. Penalarannya bisa dibilang setara anak SD lah.... tahu sendiri kan anak SD kalau bertanya, tidak ada habisnya dan tidak masuk akal.

Karena semua orang bilang Tuhan akan mengabulkan apapun doa dari orang-orang yang berdoa kepadaNya, maka dalam kebingungan alien (PK) berdoa ke tiga tempat ibadah yaitu kuil, gereja dan masjid. Ia melakukan itu karena dia tidak mengerti. Jadi daripada disebut isu agama, ini sih sebenarnya lebih disebut pencarian dari orang yang tidak mengerti apa itu agama. Alien itu hanya ingin tahu, mengapa doanya tidak segera dikabulkan. Tidak ada suatu pencerahan bahwa semua butuh proses dan tidak terjadi serta-merta. Terdapat juga orang yang mengada-ngada bahwa dia dapat langsung berkomunikasi dengan Tuhan.

"Kita percaya pada Tuhan yang menciptakan kita, bukan Tuhan yang mereka ciptakan" itulah salah satu kutipan PK ketika dia berargumen dengan Tapaswi.

Sebagai seseorang yang pernah agnostik, saya pernah menjadi orang yang percaya Tuhan tapi tidak percaya agama. Hal itu bukan tanpa sebab, karena agama terkadang membingungkan. Sampai tiba saatnya saya di tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Saya pun dengan secara sadar memilih agama yang saya anut sekarang.

Sebagai seorang guru SD, sudut pandang saya menatap PK sebagai layaknya murid saya. Banyak sekali pertanyaan seperti 'Tuhan ada dimana?' selalu mereka ajukan. Pernah saya membaca salah satu artikel yang memuat tentang bagaimana menjawab semua pertanyaan itu. Tapi saya tidak puas karena jawabannya selalu menimbulkan pertanyaan baru. Jadi jika ada yang bertanya lagi, saya akan menjawab,

"Jika kamu percaya kuasa Tuhan, maka Dia ada di hatimu. Karena tidak ada yang Dia tidak ketahui, bahkan apa-apa yang hanya terbesit di dalam pikiranmu" (Sri Ambiyah).

Oke pembaca... Terus baca postingan saya yah!!!!!
SEMOGA BERMANFAAT!!!!!




Saturday, 6 June 2015

Aku Sedikit Berbeda: Itu Permainan Otak Anda


Seseorang pernah berkata "Bukan keadaan yang menentukan nasib kita, tapi pilihan kitalah yang menentukan" walaupun sebagian orang tidak menyadarinya. Bahwa hidup adalah pilihan. Perasaan takut, marah, tidak ingin dikucilkan, terkadang membuat kita sulit untuk menentukan pilihan kita. Ingatlah ITU BUKAN KARENA KEADAAN! Kita selalu dapat mengatakan TIDAK pada sesuatu yang tidak ingin kita lakukan, begitupun sebaliknya. Meskipun hal ini terdengar mudah, ini sungguh tidak semudah kedengarannya.

Pernah sewaktu saya menonton National Geographic Channel nama programnya Brain Games. Saya tertegun bahwa otak manusia amat rentan dengan teralihkan dan tipuan. Makanya di dunia ada yang namanya hipnotis dan sulap. Itu merupakan bukti nyata, bahwa apapun yang sudah tertanam dalam pikiran kita, dapat saja teralihkan dan tertipu oleh "sedikit ilmu".

Kembali ke Brain Games, pada saat saya menonton banyak sekali permainan-permainan tentang tipuan mata. Tapi hanya satu permainan yang masuk dalam long time memory (memori jangka panjang) saya, yaitu permainan terpengaruh karena berbeda.

Pola permainannya sangat mudah yaitu diletakkan dua gambar, yang satu bergambar 1 buah garis dan yang kedua gambar 3  buah garis tidak sama panjang. Ada sekitar 10 orang mengantri untuk memastikan garis manakah dari ketiga garis A-B-C di gambar kedua yang sama dengan satu garis pada gambar pertama. Sekilas, tampak jelas bahwa itu adalah garis C. 9 orang telah maju ke depan dan mengatakan bahwa garis A lah yang benar. Ternyata 9 orang ini hanya sewaan tim Brain Games. Peserta yang ditunggu pendapatnya hanyalah orang ke 10. Orang nomor 10 itu tampak berpikir keras. Akhirnya dia memilih garis A, padahal jelas ia tahu bahwa garis C yang benar? Lantas mengapa ia memilih garis A?

Percobaan games ini dilakukan sampai lima kali, dan hanya 1 orang yang menjawab sesuai kebenaran dan tidak mengikuti  grup 9 orang sewaan. Apa artinya? Bahkan tanpa hipnotis pun, otak manusia sangat mudah terpengaruh bahkan dengan tipuan sekecil ini. Sebagian manusia sangat takut untuk menjadi berbeda, tidak sesuai dengan kawanan, walaupun dia sebenarnya benar. INTINYA DIA TIDAK DAPAT MEMPERTAHANKAN PENDAPATNYA SENDIRI karena orang lain.

Ingin hidup aman, dengan pekerjaan stabil (syukur-syukur sesuatu yang disukai) bersama keluarga kecil bahagia adalah impian sebagian besar orang, itu adalah impian umum setiap insan yang hidup di dunia. Nothing wrong about that, it's ordinary dream but it's sweet. Pertanyaannya adalah apakah itu benar pilihan Anda atau itu hanya "Anda terlalu takut", Anda tidak punya pilihan lain. Terlalu takut bahwa "Anda menjadi berbeda dengan umumnya". Takut bahwa Anda akan mencapai sisi paling gagal dalam hidup Anda. Dan tidak ada lagi punya jalan keluar. Atau mungkin Anda terlalu takut bahwa Anda tidak lagi punya titik bahkan untuk kembali.

Sedikit berbeda bukan berarti Anda salah. Sedikit berbeda bukan berarti Anda gila. Sedikit berbeda bukan berarti Anda buangan. Sedikit berbeda, asalkan itu bukan dosa, itu sah saja. Karena apa? Itu hak Anda. Itu pilihan Anda. Que sera sera!

Otak memiliki keterbatasan. Sebenarnya perasaan kita pun adalah otak kita. Orang bilang kesabaran tidak ada batasnya. Bullshit..... jelas kesabaran ada batasnya. Hanya ada 2 hal di dalam diri kita yang tidak ada batasnya yaitu keinginan dan usaha. Selama kita memiliki keinginan dan usaha, bersabar dan berkerja itu bukan sebuah kendala. Tentu saja selama itu digunakan untuk hal-hal yang baik.

Daun yang jatuh tidak pernah menyalahkan angin. Karena apa? ketika ia jatuh dan berguguran, ia yakin itu sudah waktunya. Ia yakin bahwa akan ada daun-daun hijau lainnya yang akan tumbuh. Seperti keinginan dan usaha yang tidak pernah sia-sia. Jangan lupa untuk selalu diiringi dengan do'a.

Dunia ini tidak hitam putih, dunia ini bukan terbagi atas manusia baik dan manusia jahat. Tapi di setiap diri manusia selalu ada sisi baik dan sisi jahat. Itu bukan masalah di sisi mana ia sekarang, selama ia mampu kembali ke sisi baik dan memperbaiki kesalahannya. Mungkin titik untuk kembali tidak ada saat Anda sudah memutuskan suatu pilihan, tapi ingat selalu ada titik nol, dimana Anda dapat kembali memulai hidup Anda kembali, sesuai dengan pilhan Anda tentunya.

Semoga bermanfaat

Friday, 15 May 2015

Mengapa Dia Jenius dan Aku Tidak?



Hmmmm.... Sobat maniak misteri. Pernah nggak waktu di kelas Anda sibuk memperhatikan guru sambil ternganga, tapi tidak dapat menangkap apapun dalam penjelasan Sang Guru? Atau mungkin pernah lihat seorang anak yang selalu tidur di kelas, tidak pernah susah payah memperhatikan guru, tapi begitu ditimpuk dengan penghapus papan tulis, tiba-tiba langsung bisa menjawab pertanyaan apapun yang diajukan guru? Daebak..... Dulu saya ada satu di kelas. Setiap melihat kehebatannya dalam menjawab, saya selalu merasa 'BETAPA MISTERI DI DUNIA INI TIDAK ADA HABISNYA', sambil terus menggeleng-gelengkan kepala tak percaya.

Dan percayalah, tanpa sadar satu sekolah lama-kelamaan, memiliki topik tentang 'anak jenius' ini. Para guru mulai membicarakan kehebatan, keistimewaan, kelebihannya daripada anak-anak lainnya. Sedangkan murid lainnya biasanya sangat iri padanya.

Saya juga 'saat itu' punya  mindset yang sama. Irinya luar biasa. Hingga tibalah hari dimana saya menggeser mindset saya. Mungkin kita sudah mendengar jutaan orang jenius yang sukses, jutaan orang berusaha yang sukses, tapi belum pernah mengalami dan melihat langsung. 

Saya mengalaminya dan melihat sendiri. Iya.... dia anak lelaki tetangga saya, yang dulu adik kelas saya di kota kecil Palu, Sulawesi Tengah. Anaknya nakal luar biasa, sempat tidak naik kelas 2 kali, kerjanya malakin anak-anak yang lebih lemah dari dia. Termasuk saya juga. Pokoknya tipe anak yang paling tidak disukai semua orang. Waktu saya berangkat untuk melanjutkan studi ke Jawa di tahun 2004, dia berhenti sekolah. Saya mendengarnya dari orang tua.

Tahun 2010, saya kembali ke Palu untuk melanjutkan studi karena keterbatasan biaya. Saya benar-benar terkejut karena rumah tetangga saya yang dulu mirip gubuk sekarang sudah dibeton, dilantai, bahkan kursinya jati. Wow.... saya terkejut juga. Saya lupa bertanya pada orang tua apa yang terjadi. Lagipula itu bukan urusan saya.
Suatu hari, anak lelaki tetangga itu yang kini sudah menjadi lelaki dewasa, sebut saja Dandi. Dandi berteriak dengan kerasnya sambil berputar-putar dengan motornya "Jagung rebus! Biapong (kue isi)..............!'
Saya tergoda untuk membeli, sekalian ingin wawancara singkat. Belum lama ini ibu saya juga menceritakan kalau si Dandi ternyata ikut bisnis MLM dan asuransi. Ia sudah sukses, sekarang jadi manajer.

Setelah basa-basi, saya masih penasaran. Jujur saja, Dandi ini banyak berubah. Ia terlihat jauh lebih ramah dan dewasa. Saya pun meledeknya.

"ciye.... yang sudah kaya."
"biasa saja. kamu juga, baru selesai di jawa tho?"
"iya. Kamu ingat Adi tidak? Yang jenius itu di sekolah. Dia dapat beasiswa keluar negeri."
"ya... dia jenius.orang tuanya kaya. rugi sekali kalau tidak keluar negeri. Apalah saya ini, orang tua miskin, cuma lulus SD lagi."
"saya dengar kau sudah jadi manajer. Ada apa kau jual jagung dengan kue begini? Uangmu masih belum cukup?"
Dia terdiam sejenak, tampak ragu-ragu, "Ummmm.... saya tidak bisa diam. Saya mau coba apa kira-kira yang bisa ditekuni untuk dijadikan usaha. Uang tidak baik kalau tidak diputar."
Saya terdiam. Good mindset saya dapatkan dari seorang lulusan SD. Saya tersenyum. Bukan mengejek, tapi diam-diam iri dengan sosok di depan saya ini. betapa piciknya saya, hanya kagum kepada anak jenius yang pergi keluar negeri. Dan sedikit pandang enteng tetangga saya ini.
"Saya tidak jenius, kasarnya otakku lambatlah kalau mau sekolah, hanya mengganggu yang lain belajar. Harta juga tidak ada, hanya usaha saja yang saya punya. Kalau orang yang tidak ada pendidikan macam saya ini, seharusnya usahanya dua kali lipat. 
Saya terdiam. Merenung.
"Oh iya, saya pergi dulu mau jualan lagi!"
Ia tersenyum, meninggalkan saya yang masih bengong sambil memegang kue biapong. Saya merasa kerdil. Saya bahkan membeli kue ini dengan uang orang tua saya.

Siang itu, di tahun 2013, saya sedang melaksanakan praktek mengajar di suatu sekolah. Ya... saya memang kuliah di jurusan pendidikan. Anak-anak kelas V tampaknya sudah lelah. Bel tanda pulang sudah berbunyi. Mereka ramai sekali mengepak buku untuk persiapan pulang. Beberapa murid mendekati saya ketika teman-temannya sudah pulang.

"Ibu.... enaknya Lita. Tadi kita dihukum ibu Alfi, gara-gara tidak bisa kerja soal di papan tulis. Lita dia jenius Bu!"
Saya tersenyum. Ingat mindset saya beberapa tahun silam ketika saya masih sekolah. Saya mulai merapikan buku-buku di meja saya, kemudia berdiri, mendekat dengan murid-murid yang sedang iri ini.

"Dengar kata-kata Ibu ya! Kamu boleh iri dengan temanmu yang jenius, tapi seharusnya kamu lebih iri dengan temanmu yang usahanya lebih. JENIUS MEMANG SUDAH ADA DARI LAHIR, TAPI USAHA YANG CIPTAKAN DIRIMU SENDIRI! Mengerti!"

Saya keluar kelas sambil tersenyum. Saya tahu, bahwa murid-murid kecil saya belum paham apa yang saya katakan. Saya berharap, suatu saat nanti, mereka akan memahaminya.

Semoga bermanfaat!!!!!!!!

Sunday, 19 April 2015

Bidan kasihan juga : antara tugas dan uang



Yah.... hari panas lagi. Pulang kampus, sepupu saya menelpon minta ditemani ke suatu tempat. masih disini-sini aja sih. katanya ada keperluan. Daripada dia sendiri, lebih baik saya ikut saja. katanya di kos-kosan anak kebidanan 'khusus' saya tak mengerti maksudnya. tapi saya ikuti saja dari pada benjol.

Nyampai disana, ternyata banyak orang yang mengantri. Rata-rata sih remaja putri mungkin SMA dan yang lainnya mungkin mahasiswa dari gayanya. Sepupu saya langsung ke kamar mandi. Jadi tinggalah saya sendiri saja diluar menunggu.

Tiba-tiba cewek disamping saya menangis. Sontak saya kagetlah. ngapain ini anak? Ada cowok disampingnya yang masih berondong sekali. ini anak-anak ada apa sih? saya bingung juga. mana sepupu saya tidak kelar-kelar urusannya di kamar mandi.

"Ish.... Kakak lamanya......," akhirnya sepupuku datang juga. baguslah.
"Ini tempat apa sih Kak?" tanyaku polos
"Ish..... ini kosan bidan khusus."
"Apaan itu?"
"Spesialis itu tuh...... ngejatuhin yang ada di perut......."
"Jadi Kakak juga?" aku bertanya serius. karena sepupuku jelas belum menikah dan masih kuliah.
"Nggaklah..... Kakak cuma minta pil KB doang kok.......!
"What?????" ampun deh. nggak dua kali temanin sepupu saya ini kesini. 

Cerminan anak zaman sekarang apa kayak begini ya zaman sekarang. Kasihan sama apa yang ada di perut tidak bersalah. Pakai alat kontrasepsi juga berbahaya buat orang yang belum pernah hamil. soalnya membuat kandungan kering.

Hati-hati ya!!!!!! semoga bermanfaat.