Lama juga nggak posting, membuat tangan gatal lagi....
Sobat, bagaimana kalau kita review lagi Study In Scarlett a.k.a Penelusuran Benang Merah. Kejadian awal pertemuan dr. Watson dan Sherlock Holmes. Jangan bilang yang ngaku Sherlockian belum baca karya bersejarah ini.
Ummm... sebagian sudah pasti pernah nonton movienya, tapi sudah nonton serialnya? Yah.... lagi-lagi sang detektif eksentrik Sherlock Holmes dan sahabatnya yang setia kembali dengan kasus-kasusnya yang menegangkan. Tapi ada yang baru loh. serial ini memang mengadopsi kisah Sherlock Holmes, namun lebih modern. Keren....
Masih penasaran? Atau sudah nonton? Bagi yang belum nonton boleh lihat di http://nontondrama.tv/sherlock/. Dijamin nggak rugi. Ada tiga season, setiap season ada tiga episode. Banyak juga tambahan-tambahan karakter, seperti Molly, cewek yang tugas di lab forensik di kepolisian Scotland Yard. Dia terpikat sama Sherlock Holmes, dan terus membantu Sherlock Holmes sampai di season tiga yaitu Salam Terakhir dimana Sherlock dan Moriarty jatuh bersama. bukan di sebuah jurang, tapi dari gedung tinggi.
Sherlock Holmes modern juga lebih lihai, bahkan mampu menebak kalau dr. Watson pincang secara psikologis. Bahkan dengan kecerdikannya, Holmes mampu membuat Watson lari dan meninggalkan tongkatnya. Adegan ini tentu saja tidak ada di Study In Scarlet versi lama.
Tanpa mengesampingkan versi lama, dengan segala hormat, tapi tampilan fresh ini tetap berasa petualangan, dan lebih banyak lagi pengetahuan forensiknya. Sampai hari ini, saya juga masih membaca koleksi buku dan e-book Sherlock Holmes. Saya masih sangat mengagumi karya Doyle, kejeniusan sudut pandang yang dipilihnya. Sosok penulis misteri yang sangat legendaris.
Semoga bermanfaat.


No comments:
Post a Comment