Tuesday, 12 May 2015

Detektif Conan: Mendalami Karakter Manusia


Halo readers....

Ummm.... malam ini kita akan mereview Detektif Conan volume 51, dari file 4-6. Kasusnya dimulai dengan setting pantai, ketika Conan dkk bersama Profesor Agasha sedang mencari kerang. Saat mencari kerang, Aoyama Gosho mulai membuka cerita dengan pengibaratan yang sedemikian rupa dalam bentuk pengetahuan melalui Conan. Pengetahuan tentang mencari kerang di laut.

"Kerang membuat lubang kecil yang disebut dengan mata kerang pada waktu mengeluarkan pipa air. Lagipula kerang sering berkumpul. Jika tempat yang banyak lubang kecil itu digali 10 cm sampai 15 cm ke bawah tanpa melukai kulit kerangnya, kita akan mendapatkan cukup kerang."

Itulah strategi mencari kerang, sekaligus pengibaratan untuk kasus yang akan mereka hadapi, yakni sekumpulan kelompok anak muda yang sedang mencari kerang. Salah satunya terbunuh oleh racun sianida (memang kebanyakan racun yg digunakan di detektif Conan adalah sianida dengan bau almond khasnya). Saking seringnya saya membaca Conan, racun ini hampir selalu ada.

Yah.... Itulah manusia. Seperti kerang yang berkumpul jika ada mata kerang, secara alami manusia hidup dalam suatu kawanan (pertemanan). Dalam hal ini, mereka merasa aman. Padahal kalau dipikir-pikir, karena sering berkumpul di satu mata kerang, mereka akan lebih mudah tertangkap. Tapi hubungan manusia bukanlah suatu rantai yang terputus. 80 % kejahatan di dunia, dilakukan oleh orang terdekat. Ini kenyataan bahwa kawanan sebenarnya lebih rentan menjadi kriminal bagi orang di sekeliling mereka. Baik secara sengaja, maupun tidak sengaja.

Ketiga tersangka adalah teman korban sendiri. Salah satu teman mereka yang bernama Hasuzi yang meracunnya dengan meletakkan racun tersebut di botol green tea yang diminum korban. Tragisnya penyebabnya karena kebusukan hati temannya itu yang tidak menginginkan korban mengungkapkan kejahatan yang telah mereka (kawanan) lakukan.

Di akhir cerita Aoyama Gosho kembali mengibaratkan hati teman korban seperti kerang.

"Sama seperti kerang, serapi apapun disembunyikan, bekasnya pasti akan tersisa di suatu tempat. Semakin berusaha disembunyikan, akan  semakin mencolok dan menimbulkan masalah. Walaupun dia tidak menyerahkan diri, mungkin para polisi akan menemukannya dengan cara menggali lubang yang sudah membusuk dihatimu."

Wow..... saya tidak pernah tahu, kalau sebenarnya komik Aoyama Gosho ini sastra banget, pantas saja selalu ada perbedaan diantara komik-komik misteri yang lain. Setelah saya review kembali apa bedanya, ternyata saya mendapatkan salah satunya hari ini.

Sisi psikologis yang digali, kesimpulan yang mendasar setelah kasus, Aoyama Gosho emang keren banget. Cool writer. Inspirator. Pendalaman karakter manusia disini bukan hanya trik dan pembunuhan, tapi motif, hikmah juga dimunculkan. Wow.

Belum baca? Let's read!
Semoga bermanfaat.


No comments:

Post a Comment